Maantaabhhh..Saykojiii..!!!
by benefit8 on Dec.04, 2008, under Reflection
Giiliinggg… berasa dipretelin gini gue, mwahahuahuahahaha…
Check it out, yow…!
siang malam ku selalu
menatap layar terpaku
untuk online online
online online
tidur telat bangun pagi-pagi
nyalain komputer online lagi
bukan mau ngetik kerjaan
e-mail tugas diserahkan
tapi malah buka Facebook
padahal face masih ngantuk
beler kayak orang mabuk
pala naik turun ngangguk-ngangguk
sambil nge-download mp3
colok ipod usb kiri
ngecekin postingan forum
apa ada balesannye? belum
biar belum sikat gigi belum mandi
tapi kalo belum online paling anti
liat Friendster, MySpace, Youtube
me and him, everybody you too
siang malam ku selalu
menatap layar terpaku
untuk online online
online online
jari dan keyboard beradu
pasang earphone denger lagu
aku online online
online online
nah udah mandi siap berangkat
langsung cabut takut terlambat
tak lupa flashdisk gantung di leher
malah lupa sepatu jadi nyeker
flashdisk isinya bokep atau lagu
kalau ada kerjaan pun gue ragu
kalo emang berani coba pada ngaku
cek isi foldernya satu-satu
di kantor online pakai proxy
walau diblok server bisa dilolosi
namanya udah ketagihan internet
produktifitas pun kepepet
jam kerja malah chatting YM
ngobrol online sama e..he..hem
atasan lewat langsung klik data
pura-pura kerja di depan mata
siang malam ku selalu
menatap layar terpaku
untuk online online
online online
jari dan keyboard beradu
pasang earphone denger lagu
aku online online
online online
makan siangpun aku cari sinyal wi-fi
mengapa ku kecanduan oh why why
kadang terasa bagai tak berdaya
ingin ku berubah.. eh ada e-mail..udah dulu ya
cek e-mail spam semua
email benerannya cuma dua
yang satu email lama
yang satu forwardan yang sama
ngarep komentar buka Friendster
loading.. gue tinggal beser
pas balik ngecek komputer
kok lagi maintenance server
ya udah download lagu
bajakan gratis gak pake ragu
saykoji satu album
setengah jam bisa rampung
sore-sore bosen hambar
ide nakal cari-cari gambar
download video dengan sabar
ketahuan pacar digampar
siang malam ku selalu
menatap layar terpaku
untuk online online
online online
jari dan keyboard beradu
pasang earphone denger lagu
aku online online
online online
siang malam ku selalu
menatap layar terpaku
untuk online online
online online
jari dan keyboard beradu
pasang earphone denger lagu
aku online online
online online
“Welcome sweet December”
by benefit8 on Dec.01, 2008, under Reflection
Bingung mo ngasi judul apa, antara “Welcome sweet December” atau “OMG..It’s already December, huh??!!”
Tapi setelah dipikir2, alangkah segarnya kalo kita pilih opsi yg pertama, hihihi..
Yaaah..di satu sisi, bulan terakhir memang bulan yg bikin deg-degan, keringat dingin, tegang, dan cenderung efek samping nya adalah Panik. Bagaimana tidak, bulan yg dipenuhi dgn beraneka-ragam koleksi kaleidoskop ini, pasti akan membawa kita flashback dgn berbagai hiruk-pikuk kehidupan kita di satu tahun terakhir.
Iya kalo kita berhasil mencetak hal2 yg spektakuler atau prestasi2 yg membanggakan, tentu hasil akhirnya adalah sebuah senyuman yg membuat mata berbinar2 dan terus larut dalam sukacita (ooh..indahnya duniaaa). Tapi bagaimana halnya bila yg tersangkut di benak adalah kegagalan, kelalaian, keterlambatan, keteledoran, kesalahan, dan kebodohan kita??!!! Belum lagi ditambah dengan embel-embel waktu yg terus melaju begitu cepat, yg tanpa kita sadari kiriman kalender tahun depan pun sudah mulai banyak berdatangan ke kotak surat rumah. Terkadang, perayaan pergantian tahun terasa jauh lebih menegangkan ketimbang saat perayaan hari kelahiran kita sendiri, (yang notabenenya sama2 bikin kita tambah tua, huehuehue), di mana kita harus mereview resolusi2 apa saja yg sudah berhasil terlaksana dan mana yg tertunda, atau bahkan gagal. Fiiiuuuuhhhh…
Tapi di sisi lain, terlepas dari itu semua, bagiku bulan ini terasa berbeda dari bulan2 yg lain. Bukan karena penat akan semua flashback itu tadi, bukan karena ada suatu kenangan indah yg pernah terukir di bulan ini, dan bukan jg karena angka 12 adalah angka favoritku (haha), tapi entah kenapa rasanya ada suatu aura yg special, yg berbeda saat badan ini mulai memasuki December. Terbayang akan gemerlapnya perayaan Natal di mana2 (baik domestik maupun mancanegara), dekorasi pernak-pernik mulai dari yg simple, yg unik, yg glamour, sampai konsep yg fantastis sekali pun seakan menjadi ajang lomba bagi pusat2 keramaian (a.k.a “mall“) di ibukota. Tentunya persiapan dari semuanya pun bukanlah hal yg mudah, sudah dari jauh2 hari mereka berpikir keras untuk mempersiapkan segala sesuatunya, menentukan tema, menuangkan ide2 kreatif, dan kemudian menyiapkan bahan2 yg dibutuhkan termasuk membeli hadiah2, serta tak lupa memilih aktor yg pas sebagai Santa Claus dengan postur tubuh yg cukup besar & pastinya wajib ramah kpd semua orang. Hohoho…

Santa Claus rug
Belum lagi keceriaan perayaan malam Natal di masing2 rumah, seperti serunya menghias pohon Natal, tukar kado, begadang melewatkan malam bersama keponakan2 kecil yg luar biasa luchu (hihihi), bernyanyi, bermain, bergaya di depan kamera, semua itu sungguh disertai kehangatan canda tawa berkumpul bersama keluarga tercinta.
(Ooowww..sooo sweeeeetttttt…)

Christmas scene
Meski belum jelas akan kuisi apa liburan tutup tahun ini, dan meskipun belum tahu dgn siapa saja (selain keluarga luar biasa ku tentunya) aku merayakan Christmas ‘n New Year’s Eve nanti, tapi gairah itu seperti sudah lebih dulu membuka lembaran baru yg nanti akan kulalui di tahun mendatang. Yaaaaa..seakan ada gairah baru yg timbul dari dalam tubuh ini. Sepertinya, semua ketegangan, kepanikan, dan ketakutan yg sudah dipaparkan di awal tadi, seakan perlahan2 sirna oleh satu kekuatan besar yg muncul dari sebuah kata, yaitu “PENGHARAPAN” (Wooouuuw..it really brings you Peace of Mind, Calm, and Free from Anxiety and Worry)
Yuuukkk..mari kita review lagi resolusi2 yg gagal & belum tercapai di tahun ini, sekaligus susun strategi baru utk merealisasikan resolusi2 tersebut di tahun depan dengan planning yg matang dan komitmen yg kuat untuk mewujudkannya, hehehe.
Cheers…
Harapan….Harapaaan….Harapaaaan itu masih ada Kawan (”,)
Selama jantung ini belum berhenti berdetak, tak ada 1 alasan pun utk kita berhenti Berharap!!
Seburuk apapun masa2 yg lalu, masa2 yg menanti di depan tetap masih memiliki Harapan.
“Karena masa depan sungguh ada, dan Harapanmu tidak akan Hilang”
“….. the Best is yet to Come …..”
Peace n Love,
God Bless Us
“Gara2 siape siih neeh???!!”
by benefit8 on Nov.07, 2008, under Reflection
Baaahhhh…siaang2 ujan2an Bo’..!!
Ckckck..perkara pengen lunch bakso, eeh gara2 satu “anak Roxy” minta dibungkus, 5 pengikut yg lain kena getahnya. Aturan mau makan di tempat sambil nunggu ujan reda, ee malah jd menikmati kucur2 siraman alam. Alhasil, kaos jd bercorak tutul2 berantakan, muka kuyup, rambut bak iklan sampo nan kelimis, kacamata basah berembun, jeans jd 7/8, sandal belepotan coklat, fiiuuuhhh..
Sepanjang jalan, mulut cuma bisa berucap “Gara2 siape siih neeh???!!” wekekekekek..
Yaahh..setidaknya siang ini ada sebuah kenangan yg kembali hidup saat2 di mana masa kanak2 ku seringkali kuhabiskan dengan bermandi massal gratis macam td itu, hihihi..
Hmmmhhh..jd teringat masa2 itu, teringat teman2 kecil kampungku.
Masa2 di mana sedih & duka seakan belum tercipta.
Miss u guys.. (^_~)
/* Thanks to “anak Roxy” yg menyegarkan memoriku di siang ini, hehehe */
10:14 am
by benefit8 on Nov.07, 2008, under Reflection
Menjelang istirahat tadi malam, dengan fisik yg cukup letih & mata yg berjuang keras utk bisa terbuka, aku sempat sedikit tersontak saat membaca sebuah pesan. Sesaat setelah tubuh ini terbaring di atas alas tidurku, mendadak aku kaget akan getaran dari gadget ku (aah..lagi2 aku terlambat mematikannya..hmmmhhh). Sebuah sosok yg cukup lama aku kenal, —namun sempat terhilang, dan baru saja beberapa malam ini kesempatan itu datang utk kami merintis percakapan yg baru— dia menulis pesan yg sedikit membuat aku gundah. Bukan krn cinta, bukan krn duka, apalagi krn materi, sama sekali bukan. Tapi hanya krn sebatas logika.
Sempat terlintas seakan-akan aku merasa di’bohongi’, tapi aah sudahlah..seandainya benar berita itu hanyalah sebuah alasan, ya sudahlah, biarkan saja, toh tak ada gunanya pikiran negatifku dan aku pun tak punya kuasa utk menuntut sesuatu. Lantas apa yg membuat aku Gundah??? Hmmm..itu lah yg masih belum bisa kujawab hingga saat kurangkai tulisan ini. Berawal dari sebuah logika, dan tersumbat oleh sebuah perasaan.
Saat bangun pagi tadi, tak berapa lama setelah aku beranjak dari tempat peristirahatanku, pikiran itu kembali melintas di benakku. Pikirku, “aah..kenapa dia datang lagi???” Aku mencoba utk mengalihkannya beberapa saat tapi tak berhasil. Kunyalakan mesin mobil kakakku dan tak lama kami pun berangkat utk memulai aktivitas. Beruntung di sekitarku ada beberapa org teman kakakku yg saling berbagi cerita satu dgn yg lain, yg sesekali terdengar canda tawa dari mereka dan itu cukup berhasil membuat urat2 pikiranku sedikit meregang di pagi ini. “Thanks girls, hehe..”
Sampai ketika telingaku mendengar sebuah tembang yg berjudul “Bilaku“, seketika itu jg aku menjadi bergairah utk memainkan setir & persneling mobil kakakku. Rasa2 nya ada satu sosok lain yg membuatku tenang, melindungiku, menguatkan hatiku, dan membuatku lupa akan kegundahan itu. Begitu turun dari mobil, perasaanku kembali pulih dan ketika kakiku melangkah, bibirku pun spontan membentuk setengah lingkaran dan mataku seakan berbinar-binar akan sebuah sukacita. Yeeaahh..akhirnya pagi ini menjadi berbeda bagiku dan aku bisa menikmati & memulainya dengan sebuah senyuman (”,)
“Gud morning evriibadeeh..!”
Stuck in the Moment
by benefit8 on Nov.06, 2008, under Reflection
Hmmmmm..tak disangka gejolak ini hinggap di diriku.
Entah sudah berapa lama dia diam dan tak beranjak, tapi yang selalu pasti Waktu terus berlari tanpa pandang bulu, tanpa hiraukan kanan kiri, tanpa permisi.
dibilang Puas, jelas Belum!
dibilang Cukup, jelas Belum!
dibilang Tenang, jelas Belum!
dibilang Senang, jelas Belum!
Kadang melamun & merenung hanya sebatas hobi menikmati alunan putaran jarum arlojiku.
“mana Jawaban itu???”
“mana Suara itu???”
“mana Sentuhan itu???”
“mana Paksaan itu???”
Apakah rasa “Syukur” yang menjadi Penghalang??
Atau kah justru Ketiadaan “Syukur” itu yang membuat segalanya menjadi Gak Karuan??
/* seruan dalam penantian akan sebuah Pengharapan */